Jembatan Gantung

Mengenal Sistem Konstruksi pada Jembatan Gantung

Ada kalanya, daratan terpisah satu sama lain. Ini disebabkan oleh kondisi alam pada
suatu wilayah. Sehingga untuk sampai pada daratan lain memerlukan media penghubung.
Jembatan gantung menjadi solusi untuk menghubungkan dua wilayah tersebut. Alat ini dapat
dibangun dengan bahan yang kuat.


Beragam Model Jembatan Gantung
Jembatan ini disebut dengan istilah suspension bridge. Orang Indonesia biasa
menyebutnya jembatan layang. Tipe penghubung ini bertumpu pada titik ketegangan kabel
daripada tumpuan samping. Beban yang ada akan diubah menjadi ketegangan melalui kabel
utama.
Awalnya, rancangan kabel jembatan ini berada di ujung jembatan. Hanya saja seiring
berjalannya waktu, pengetahuan berkembang. Sehingga mempengaruhi desain media
penyeberangan ini. Telah hadir berbagai jembatan layang modern. Berikut beberapa model
jembatan layang yang bisa ditemui.

Jembatan Gantung
Jembatan Gantung Antasan Bromo


Simple Suspension Bridge

Ini merupakan model lawas dari jembatan layang. Oleh karena itu dinobatkan
sebagai jenis suspension bridge pertama. Media ini menghubungkan dua wilayah yang
dipisahkan oleh aliran air. Biasanya dibuat dalam ketinggian yang cukup tinggi. Bahkan
ukurannya bisa sangat panjang. Tergantung dari panjang jarak antar daratan.
Konstruksi jembatan ini menitikberatkan pada jangkar. Jangkar terletak pada
kedua ujung titian. Pemasangan jangkar ini bertujuan untuk mendukung lantai. Tidak ada
tambahan menara sebagai penguat di bagian tengah. Ini membuat tampilannya sederhana.
Oleh karena itu, tidak cocok untuk menahan beban berat. Sehingga hanya
digunakan untuk aktivitas yang terbatas. Sering terlihat digunakan menyeberangi sungai
atau lembah yang curam.


Underspanned Suspension Bridge

Model penghubung daratan ini berbeda dari yang sederhana. Dari tampilannya
memang terlihat simple. Hanya telah mendapatkan modifikasi di bagian tertentu. Jembatan
ini juga dikenal sebagai jembatan dek atas.
Sebutan tersebut berdasarkan suatu alasan. Berbeda dari sebelumnya, kabel
jembatan berada di bawah lantai. Tumpuannya terletak pada kedua ujung lantai yang
berseberangan. Sehingga jangkar ditanamkan pada tanah dimasing-masing ujung.
Struktur konstruksi ini tidak banyak diminati. Karena tidak bisa menumpu beban
berat. Terlebih lagi letak kabel utamanya cukup riskan. Membuat jembatan menjadi kurang
stabil.

Stress Ribbon Bridge

Jembatan Stress Ribbon Bridge terbilang cukup unik. Konstruksinya mirip dengan
simple suspension bridge. Hanya saja dari segi tampilannya berbeda. Lantai titian
membentuk huruf ā€œUā€. Sehingga nampak seperti gelombang.
Gelombang ini terbentuk karena terjadi kompresi pada kabel. PSementara,
pengompresian diperlukan agar jembatan tidak memantul dan bergoyang. Beton menjadi
pelengkap yang mendukung kekuatan kabel. Dengan begitu, beban berat bisa melintas dengan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *